Jelaskan Soal IKM, Dr. Suwardi Tegaskan Guru Diberi Kemandirian dalam Berpikir
Sragen, Dalam sebuah acara bertajuk In House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sragen, Kasubdit Kurev Direktorat KSKK Madrasah Dirjen Pendis Kemenag RI, Dr. H. Suwardi, M.Pd., memberikan penjelasan yang menggugah pemikiran tentang pentingnya memahami konsep IKM secara mendalam dan utuh, Rabu (7/6/2023) pagi.

Acara ini dihadiri oleh Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah H. Juair, S.Ag., MM., M.Si., Waka Kurikulum SMA N 1 Sragen Endang Wahyuni, M.Pd., Kepala MAN 3 Sragen Drs. Sugiyono M.Pd.I, Kepala MTs N 3 Sragen, Kepala MTs N 7 Sragen, dan para pengajar, guru, serta tenaga pendidik MAN 3 Sragen, dan juga beberapa tamu undangan yang terdiri dari guru-guru lintas mata pelajar dari berbagai madrasah di Sragen.
Pada pemaparannya, Dr. Suwardi menekankan perlunya guru-guru diberi kemandirian berpikir dalam konteks implementasi IKM untuk menjadi Madrasah Mandiri Berprestasi. Dirinya menyoroti bahwa dalam upaya mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik, guru-guru harus diberi ruang dan kemandirian untuk berpikir secara kreatif dan inovatif. Menurutnya, pendekatan Madrasah Mandiri Berprestasi dengan penerapan kurikulum merdeka mampu memberikan kebebasan bagi para guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik mereka.
“Para guru diberi kemandirian dalam berpikir untuk mencetak peserta didik yang cerdas terampil, berakhlak mulia, dan saleh-salehah,” jelas Dr. Suwardi.
Dalam konteks ini, Dr. Suwardi juga menyoal tentang pentingnya layanan diferensi dalam proses pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada keinginan dari para guru untuk menyeragamkan kemampuan anak-anak.
“Setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai guru untuk memberikan layanan diferensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” tegasnya.
Penguatan Madrasah, lanjut Dr. Suwardi, harus melibatkan empat komponen penting. Pertama adalah pendidikan agama sebagai pondasi utama. Ipteks (ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni, -red) menjadi komponen kedua yang tidak kalah penting. Selanjutnya, bahasa dan budaya menjadi komponen ketiga yang harus diperkuat, dan literasi sebagai komponen keempat yang tak boleh diabaikan.
Selain itu, Dr. Suwardi juga menekankan bahwa yang utama dari IKM bukanlah sekadar membuat perangkat belajar yang baik, tetapi lebih kepada semangat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
” Yang utama dari IKM adalah spiritnya, bukan sekedar soal pembuat perangkat belajar,” tegasnya.

Dr. Suwardi mengakhiri paparannya dengan mengajak semua pihak terkait, baik guru, tenaga pendidik, pemerintah maupun swasta, untuk bekerja sama dalam mewujudkan Madrasah mandiri berprestasi yang memiliki sistem pendidikan yang efektif dan berkualitas. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa. (by kusuma)

Alhamdulillah, semoga MAN 3 Sragen semakin maju dan sukses
Mudah-mudahan setelah IHT selesai akan ada peningkatan kualitas baik hardskill dan softskill para peserta didik
Kegiatan seperti ini perlu diagendakan terus